PENDAHULUAN

 

 

 

Kemajuan teknologi multi media dalam berbagai asfek kehidupan manusia menyebabkan sumber informasi tidak dapat dimonopoli dan dimanipulasi. Kemajuan teknologi informasi membuat orang dapat mengetahui apa saja yang mereka ingin tahu. Seiring dengan itu banyak perusahaan publik dan swasta memanfaatkan teknologi informasi yang dapat menunjang dalam berbagai aktivitas terutama bagi pimpinan dalam mengambil keputusan-keputusan yang strategis yang akhirnya akan memberikan kontribusi bagi peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas organisasi. Kemajuan teknologi informasi yang didukung oleh perkembangan teknologi dibidang komunikasi, transportasi, satelit menyebabkan pesan-pesan atau berita yang dikirim akan dapat di terima pada saat yang bersamaan, meskipun jarak antara pengirim dan penerima sangat berjauhan. Perkembangan ini tidak terlepas dari kemajuan dalam berbagai bidang seperti :

1. Komputer.

 

Penggunaan teknologi magnetic core yang lambat dan besar diganti dengan penggunaan chip intel yang kecil dan berkemampuan besar sehingga komputer dapat dan mudah dibawa serta berharga semakin murah.

 

2. Televisi dari yang menggunakan tabung katoda dan anoda sampai pada tahap penggunaan teknologi layar datar sehingga tidak memakan tempat dan mempunyai kualitas gambar yang baik.

 

3. Satelit yang mempunyai mobilitas tinggi sehingga dapat memancarkan dan menerima berita dimana saja. Problema titik kosong (blank spot) yang terkait dengan penerimaan atau pemancar (televisi ) dapat teratasi.

 

4. Teknologi komunikasi dari yang menggunakan kabel biasa maupun serat optik sampai pada teknologi tanpa kabel dengan kemampuan yang luar biasa mulai dari mengakses internet, saluran televisi, siaran radio sampai pada fasilitas hiburan/musik.

 

Informasi pada saat ini menjadi sangat penting dan menjadi komoditas yang mahal untuk itu bagaimana organisasi publik atau bisnis dapat menggunakan atau memanaj informasi yang berlimpah dan berbagai bentuk itu bagi kepentingan organisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

 

 

Definisi Sistem

 

Secara sederhana sistem adalah kumpulan atau himpunan dari unsur-unsur komponen atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi saling ketergantungan satu sama lain dan terpadu (Lucas, 1987:3). Sedangkan teori sistem umum (The General Sistem Theory) yang diuraikan oleh Kenneth Boulding memberikan penekanan terhadap setiap bagian yang membentuk sebuah sistem. Situasi ini tidak terlepas dari kecendrungan manusia yang apabila mendapat tugas memimpin organisasi ia akan terlalu memusatkan perhatian kepada salah satu komponen saja dari sistem organisasi. Teori sistem mengatakan bahwa setiap unsur pembentuk organisasi adalah penting dan harus mendapat perhatian yang utuh supaya manajer dapat bertindak lebih efektif. Yang dimaksud sebagai unsur atau komponen disini adalah selain bagian-bagian yang tampak secara fisik juga hal-hal yang bersifat abstrak seperti misi, pekerjaan, kegiatan, kelompok informal dan lainnya. Unsur-unsur yang mewakili sistem secara umum adalah

1. Masukan (input)

2. Pengolahan (processing)

3. Keluaran (output)

 

Definisi informasi

Menurut Gordon B. Davis informasi adalah, data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan yang akan datang. Menurut G.R Terry berguna atau tidaknya suatu data akan sangat tergantung pada beberapa hal :

1. Tujuan sipenerima, apabila tujuan untuk memberi bantuan maka informasi itu harus membantu si penerima dalam apa yang diusahkan untuk memperolehnya.

2. Ketelitian penyampaian dan pengolah data. Inti dan pentingnya informasi harus dipertahankan.

3. Waktu, apakah informasi cukup up-to-date

4. Ruang dan tempat, apakah informasi tersedia dalam ruang dan tempat yang tepat

5. Bentuk , apakah informasi dapat digunakan secara efektif

6. Semantik, apakah kalimat cukup jelas dan tidak menimbulkan salah tafsir.

 

 

Sedangkan menurut Burch & Grudnitski (1989:6) mengatakan kualitas informasi harus mempunyai Akurasi, ketepatan waktu, relevansi. Adapun syarat-syarat tentang informasi yang baik menurut Parker (1989:151) adalah:

1. Ketersediaan (availability) & dapat diperoleh (accessible)

2. Mudah dipahami (comprehensibility)

3. Relevan

4. Bermanfaat

5. Tepat waktu

6. Kehandalan (reliability), dimana tingkat kebenarannnya tinggi

7. Akurat, bebas dari kesalahan

8. Konsisten

 

 

Definisi Manajemen

 

 

Adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang pimpinan/ manager di dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Dari prinsip administrasi klasik kegiatan yang dilakukan manajer adalah tercakup dalam akronim POSDCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, Controlling, Coordinating dan Budgetting) bahkan lebih ringkas lagi POC. Sedangkan menurut G.R Terry manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri dari POAC yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya. Sarwoto mengatakan bahwa manajemen adalah satu proses kegiatan yang dengan memanfaatkan unsur-unsur Man, Money, material dan method (4 M) secara efisien mencapai sesuatu tujuan tertentu.

 

 

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Berdasarkan pengertian dari masing-masing kata maka dapat didefinisikan pengertian “sim” secara keseluruhan, menurut Corl Heyel yang diambil dari The Encyclopodia of Management adalah pendekatan-pendekatan yang direncanakan dan di susun untuk memberikan bantuan piawai yang memudahkan proses manajerial kepada pejabat pimpinan. Kumorotomo mendefinisikan “sim” adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi, data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Sedangkan menurut Lucas (1987:2) meyebutkan “sim” adalah sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi. Dengan “sim” diharapkan menunjang tugas-tugas para pegawai di suatu organisasi, para manajer atau pengguna jasa organisasi tersebut serta semua unsur pokok yang terdapat dalam lingkungan otoritas organisasi, disini terdapat 3 sistem terkait

1. Sistem sosial organisasi

2. Sistem manajemen/tata laksana untuk peningkatan produktivitas, efektivitas dan  efisiensi.

3. Sistem informasi yang berupa manajemen pengolah data beserta semua kegiatan

penyediaan infomasi untuk pengambilan keputusan,

 

 

Model dari Computer Based Information System (CBIS)

Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan informasi. Informasi disajikan secara lisanatau tulisan oleh suatu pengolah informasi. Porsi komputer dalam

pengolah informasi terdiri dari tiap area aplikasi yang berbasis komputer – SIA, SIM, DSS, OA, dan ES.

Sistem informasi berbasiskomputer (computer-based information system) atau CBIS

digunakan untuk menggambarkan lima subsistem yang menggunakan komputer (lihat gambar):

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

 

 

Sistem Informasi berbasis komputer mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis padakomputer.
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi sub unit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapaitujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan mengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah : penghematan waktu (time saving), biaya (cost saving), peningkatan efektivitas (effectiveness), pengembangan teknologi (technology development) dan pengembangan personel (staff development).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.google.co.id/#hl=id&biw=1280&bih=673&q=+sistem+informasi+berbasis+komputer&aq=f&aqi=g3&aql=&oq

 

 

KNSI,2005. SISTEM INFORMASI.Institut Tekhnologi Bandung